Ilmukuilmumu

Amalkan apa yang telah kau pelajari, karena itulah sesungguhnya ilmu yang kau miliki

NETWORK ACCESS CONTROL

on December 14, 2009

Perkembangan dunia teknologi dan informasi memudahkan setiap orang untuk saling berhubungan dan saling bertukar informasi. Penerapan teknologi informasi khususnya penggunaan jaringan komputer dalam sebuah organisasi sepertihalnya perusahaan maupun suatu lembaga atau institusi pendidikan merupakan tindakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja proses bisnisnya.

Dalam tahap awal perancangan sebuah jaringan komputer terdapat banyak hal yang harus kita perhatikan, mulai dari desain topologi jaringan, desain jaringan yang efisien, desain keamanan perangkat keras, dan sampai dengan perancangan sistem keamanan jaringan.

Keamanan jaringan merupakan hal yang signifikan pada saat ini, khususnya keamanan jaringan pada sisi internal jaringan komputer. Keamanan jaringan internal perlu mendapatkan penanganan khusus, dikarenakan sebagian besar threat yang menyerang jaringan berasal dari internal user jaringan itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan suatu pengendalian akses terhadap setiap internal user yang terkoneksi ke jaringan dengan kata lain yaitu menerapkan Network Access Control terhadap sebuah jaringan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam implemetasi Network Access Control (NAC) ini. Diantaranya adalah:

–          Autentikasi

Hal ini dilakukan untuk memeriksa apakah sipengguna jaringan terdaftar atau tidak, ketika user yang menggunakan jaringan ini terdaftar maka user tersebut akan diperbolehkan untuk mengakses ke jaringan,

–          Otorisasi

Hal ini digunakan untuk memberikan batasan terhadap user dalam memanfaatkan fasilitas di jaringan, setiap user sebaiknya digolongkan atau dibuatkan group-group privilege untuk mengakses ke jaringan. Seorang user yang bertindak sebagai administrator pasti akan memiliki hak yang berbeda dengan user yang termasuk kedalam group user biasa.

–          Pengecekan perangkat yg digunakan

Selain Autentikasi dan otorisasi diatas dapat pula dilakukan tindakan preventif yaitu melakukan pengecekan terhadap perangkat yang digunakan user dalam mengakses jaringan.

Dengan tiga hal yang dilakukan diatas, maka system jaringan akan lebih aman dari user internal yang melakukan skses terhadap jaringan.

Kesimpulannya bahwa sistem NAC merupakan teknologi keamanan yang cocok diterapkan untuk mengendalikan akses jaringan internal, yang berarti bahwa system NAC memiliki peranan penting dalam keamanan jaringan internal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: